BRMP Yogyakarta Dorong Percepatan CPCL LTT-PM-AAS Gunungkidul
GUNUNGKIDUL - (27/08/2026) BRMP DIY terus mendorong percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya Luas Tambah Tanam (LTT) dan Pengembangan Pola Modernisasi Pertanian–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Gunungkidul.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian yang dilaksanakan di RM Sego Abang, Wonosari, Gunungkidul.
Kegiatan dihadiri oleh LO Gunungkidul, Kapoksi/Katimker Penyuluhan Provinsi dan Kabupaten, serta para Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Gunungkidul. Koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan mempercepat pelaksanaan program pembangunan pertanian di tingkat lapangan.
Dalam arahannya, BRMP DIY mengajak seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Gunungkidul untuk terus menjaga semangat dan kesiapsiagaan dalam mengawal program pembangunan pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Penyuluh juga didorong untuk aktif mengidentifikasi kebutuhan petani serta mengajukan e-Banper, antara lain berupa benih/bibit, pupuk, irigasi dan bangunan air, serta alat dan mesin pertanian (alsintan), dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi spesifik lokasi.
Selain itu, realisasi LTT reguler bulan Agustus 2026 serta pencapaian target LTT reguler bulan September 2026 menjadi perhatian bersama agar dapat terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Untuk mempercepat pengembangan PM-AAS, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga diminta segera menyusun Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pengembangan PM-AAS hingga tingkat desa untuk periode Agustus sampai Desember 2026.
Seiring telah dibukanya kembali pengajuan e-Banper, CPCL yang telah disusun diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga dukungan sarana produksi dan teknologi pertanian dapat diterima sesuai kebutuhan petani dan lokasi pengembangan.
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, serta BRMP Yogyakarta, percepatan LTT dan PM-AAS di Gunungkidul diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan secara berkelanjutan